Skip to main content

How to help yourself?


As a human being, we can't run away from the problem. What's ur problem?..money?..no job after graduates?..PTPTN?..no friend?..no boyfriend?..break of with ur bf?..miss ur parent?..fell alone?..unhealthy?..so on..1st things, u need to know this may produce very bad feelings coz of anxiety and frustration..hurgh..whatever happen..u must think of urself more than think other..u must be happy, enjoying ur life with good health. Come on..Don't be sad..!!

For those who want to get well, here are few suggestions for improvement:

1) Stop excusing your weaknesses. You will never learn to control yourself until you face up to urself and admit that you are not perfect. Only then will you begin to developed the will power to make change for the better.

2) Be patient with urself. This is a good time to take yourself in hand and develop new ways of living.

3) Take time to rest. Be sure to get plenty of quite, restful sleep. It will take time to rebuild your wasted tissue. Go to SPA or facial, u can feel give the special appreciation of urself..

4) Develop new hobbies and new interests. These will keep your mind active, and you keep urself busy helping others, your mind will be constantly occupied with constructive throughts and plans for the future.

5) Stop worrying about the past. You cannot change it. Only God can remove the sense of guilt and shamed from one who is deeply troubled. Learn to forgive urself, ur family and other who make ur bad feeling.



Change ur attitude to be positive..This is only way you can really appreciate of you life!!~fs~

Comments

Popular posts from this blog

Hadapi Ujian Hidup Dengan Tenang

Sudah dua malam anak sulung & kedua saya demam. Bila anak demam, saya tidak boleh tidur lena. Dalam keadaan sebegitu, lepas uruskan anak-anak yang manja bila sakit, saya buka laptop. Konon mahu menulis, tapi tiada idea. Mahu membaca, kompom tertidur.  . Lalu, saya membuka blog yang sudah lama tidak dibuka. Last update entry 17/6/2015. Blog ini saya bangunkan pada tahun 2009 lagi, ketika itu saya mula jadikan menulis sebagai terapi diri. Mujur password tidak lupa.  . Jadi, say a mengemaskini dan menjalankan aktiviti penyelenggaraan pada blog ini malam tadi.  . Saya teringat pesan Tuan Sheikh Faisal Sheikh Mansor (Setiausaha Kehormat MAPOBA, Malaysia Book Publisher Association) ketika Konvensyen Penulisan pada 17/12/2016 di Wisma Sejarah Kuala Lumpur, penulis kena ada inisiatif sendiri. Kena berani bersuara, berani untuk berbicara tentang 'content' penulis. Kena 'stand strong'.  MENGAPA AKU MENULIS? Jika dulu saya menulis apa sahaja yang terfikir untuk tulis...

7 SEBAB KENAPA HATI TIDAK TENANG?

PERTAMA #KurangBersyukur Prinsip mendapat ketenangan dengan syukur: 1) Usah tunggu bahagia untuk kita bersyukur, tetapi bersyukur dahulu untuk dapat bahagia. 2) Usah tunggu banyaknya nikmat baru hendak bersyukur, tetapi bersyukurlah atas nikmat yang sedikit. Apabila kita bersyukur pada nikmat yang sedikit, Allah akan tambah nikmat. InsyaAllah. Kualiti jiwa adalah pada kualiti SYUKUR. Mengapa sukar untuk BERSYUKUR? #TersalahFokus Adakalanya: -Kita terlalu fokus pada apa yang tidak ada, tidak fokus pada apa yang telah ada. -Kita terlalu fokus pada kekurangan, bukan pada kelebihan. -Kita terlalu fokus pada nikmat, tidak fokus pada Pemberi Nikmat. Kerana tersalah fokus, kita lebih banyak mengeluh dari bersyukur. Hidup jadi tidak tenang kerana titik-titik penyakit hati makin menebal. Tekanan dari ujian hidup tidak dapat diuruskan dengan baik. Bersyukurlah! Terlalu banyak nikmat yang perlu disyukuri. Alhamdulillah. KEDUA #SukarMemaafkan Kajian dari pakar psikolo...

Mama Writerpreneur (13-24)

MENULIS GAYA HAMKA Menurut HAMKA, tulisan yang lebih berharga ialah yang jujur, pendek dan terang. Jika panjang pun, ia ditulis dengan cara yang tidak membosankan. Tulisan yang lebih jitu sampai ke hati adalah tulisan yang benar-benar datangnya dari hati. Maka, hati jugalah yang menerimanya. Adapun, tulisan yang hanya datang dari hujung jari, perginya ke pelupuk mata si pembaca untuk menidurkannya. Pesan HAMKA lagi, kita haruslah menggunakan akal dengan saksama, ia seperti juga bermain olahraga juga. Perlu kepada latihan yang lama, dan kesungguhan yang tidak henti-henti. Orang yang berakal memandang ringan segala kesusahan, lumrah segala halangan yang menghambat tujuannya, sebab andai tujuan kita mulia, bertambah sulit untuk menempuhinya. Sebagai penulis, elakkan: -Merasa kagum pada diri sendiri -Bongkak dengan nama dan keturunan sehingga lupa menyelidiki di manakah kekurangan diri -Sukakan populariti Sumber: Falsafah Hidup, Hamka